Indopol: Pasca-deklarasi sebagai Capres, Elektabilitas Anies Teratas, NasDem Melesat - TEKNOIOT

29 Nov 2022

Indopol: Pasca-deklarasi sebagai Capres, Elektabilitas Anies Teratas, NasDem Melesat

Teknoiot - Deklarasi NasDem terhadap Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. sangat tepat. Itu karena, dampaknya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini meningkat tajam. Salah satu buktinya, hasil survei yang dilakukan oleh Indopol. Kemarin, Senin (28/11), Indopol merilis survei terkait elektabilitas capres yang dilakukan November 2022. Hasilnya, Anies Baswedan mengungguli semua tokoh termasuk Ganjar Pranowo dan juga Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Indopol, Ratno Sulistiyanto menyampaikan, jajak pendapat dilakukan dalam kurun waktu 8-14 November 2022 dengan total responden sebanyak 1.240 yang tersebar di 34 provinsi. Kata dia, survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung. Margin of error dalam survei sebesar 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Ia menjelaskan, responden diberikan pertanyaan terkait tokoh yang layak jadi Presiden Indonesia di 2024 nanti. Kata dia, responden menjawab secara apa adanya tanpa disodorkan nama ataupun foto yang berpotensi maju di pilpres 2024 nanti.

Anies hadir di deklarasi Indonesianies 3 November 2022



Ia pun menyebut, suara mantan Rektor Universitas Paramadina itu meningkat tajam dari survei sebelumnya. Kata dia, ada pergeseran peta dukungan publik mulai November 2021 hingga November 2022 ini. Di November 2022 ini nampak figur Anies Baswedan mendapatkan apresiasi sebesar 25,09%.

“Dibandingkan posisi kedua Ganjar Pranowo sebesar 22,03% sementara Prabowo Subianto sebesar 13,50%,” ujarnya dikutip KBA News dari rilis resmi, Selasa, 29 November 2022.

Ia mengatakan, pergeseran dukungan tersebut karena efek dari deklarasi atau usai Anies dideklarasikan oleh Partai NasDem. “Sebenarnya semua naik tapi ada pergeseran dukungan, ada apa di situ, kira-kira dugaan kami karena ada deklarasi NasDem di 3 Oktober,” katanya.

Dia mengatakan, selang waktu satu bulan, Anies Baswedan mendapatkan momentum politik, dari Juni 2022 sebesar 16,42% lalu naik menjadi 25,09%.

“Wajar karena hanya Anies yang dapat momentum politik, Prabowo masih biasa-biasa saja, meskipun dia sudah mengumumkan Capres dari Gerindra,” ucapnya.

Hasil lengkap elektabilitas capres survei Indopol dimana menempatkan nama Anies Baswedan di posisi puncak:

Anies Baswedan 25,09%

Ganjar Pranowo 22,03%

Prabowo Subianto 13,50%

Ridwan Kamil 3,9%

Jokowi 2,6%

Sandiaga Uno 1,54%

Susilo Bambang Yudhoyono 1,06%

Puan Maharani 0,98%

Muhaimin Iskandar 0,89%

Agus Harimurti Yudhoyono 0,65%

Andika Perkasa 0,57% Khofifah Indar 0,57%

Dedi Mulyadi 0,33%

Mahfud MD 0,33%

Erick Thohir 0,24%

Megawati Soekarnoputri 0,24%

Ahok 0,16%

Jusuf Kalla 0,16%

Ustad Abdul Somad 0,08%

Gatot Nurmantyo 0,08%

Surya Paloh 0,08%

Lainnya 2,20%

Tidak tahu 22,11%

Berpotensi Nyapres

Selain itu, Indopol juga memberikan pertanyaan yang sama namun dengan menentukan tokoh-tokoh yang berpotensi nyapres di 2024.

Ada 16 tokoh yang disodorkan, dan nama Anies Baswedan masih berada di urutan teratas. Berikut hasil survei dari 16 nama tersebut:

Anies Baswedan 30,33%

Ganjar Pranowo 25,53%

Prabowo Subianto 15,37%

Ridwan Kamil 4,88%

Sandiaga Uno 2,68%

Andika Perkasa 1,71%

Muhaimin Iskandar 1,30%

Erick Thohir 1,22%

Agus Harimurti Yudhoyono 1,54%

Puan Maharani 0,98%

Khofifah Indar 0,81%

Mahfud MD 0,81%

Ahmad Heryawan 0,41%

Airlangga Hartarto 0,08%

Yeni Wahid 0,08%

Moeldoko 0,00%

Lainnya 1,46%

Tidak tahu 10,81%

Elektabilitas NasDem Juga Melesat

Di survei yang sama menyebutkan, NasDem mendapat efek elektoral atas deklarasi Anies Baswedan sebagai capres bulan lalu. Indopol menyebutkan elektabilitas partai politik yang dinakhodai oleh Surya Paloh ini meningkat 5,20 persen.

Ratno memaparkan, dalam survei ini PDI-P memiliki elektabilitas 17,89 persen. Diikuti Gerindra (12,93 persen), NasDem (9,02 persen), Golkar (7,32 persen), PKB (5,45 persen), Demokrat (5,20 persen), PKS (3,90 persen), PAN (1,46 persen), Partai Baru (1,38 persen), PPP (1,06 persen). Sisanya di bawah 1 persen.

“Dinamika ini juga wajar, partai lain juga dapat efek elektoral ketika sudah melakukan momentum politik yakni deklarasi capres seperti PDIP, Golkar dan Gerindra,” ujarnya.

Ref: KBA

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda