Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lika-liku Pramudi Perempuan: JakLingko Mengubah Hidup Saya

Teknoiot.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak pernah berhenti mencari solusi atas berbagai problematika Ibu Kota seperti kemacetan. Salah satu upaya yang ditempuh dengan mengembangkan layanan transportasi terintegrasi, yakni JakLingko.

Menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan Jakarta, kesuksesan JakLingko tak lepas dari para pramudi atau sopir. Di balik kemudi itu, mereka melayani para penumpang, sehingga kemacetan berkurang yang berdampak pada penurunan polusi akibat asap kendaraan di jalanan.

Salah satu pramudi JakLingko adalah Tiaman Simbolon yang hidupnya berubah sejak bekerja di balik kemudi moda transportasi ini. Perempuan 57 tahun itu sebelumnya berprofesi sebagai sopir antar jemput anak sekolah sejak 1994 hingga 2012.

Foto: Arsip JSC Pemprov DKI


"Setelah itu, saya fokus jadi ibu rumah tangga, tapi kadang ambil job freelance sebagai driver," kata Tiaman seperti dikutip dari laman resmi Jakarta Smart City, Jumat (18/11).

Setelah itu, Tiaman kembali bekerja sebagai pramudi penuh waktu di masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menginisiasi program integrasi layanan transportasi. Kala itu, Tiaman menjadi pramudi feeder atau pengumpan busway rute menuju Harapan Indah.

Selang satu tahun kemudian, Anies Baswedan yang terpilih menjadi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno sebagai wakilnya menggagas layanan OK OTrip. Tiaman menjadi pramudi OK OTrip 5 rute Rorotan-Senter.

"Dulu JakLingko belum teratur seperti sekarang. Pramudi yang datang duluan ke pangkalanlah yang boleh mengambil nomor awal dan armadanya dapat dilepas," ujarnya.

Sejak berubah menjadi JakLingko pada 2018, layanan transportasi ini masih terus aktif hingga hari ini. Sejak 2019 hingga kini, Tiaman pun menjadi pramudi JakLingko 40 rute Harapan Indah-Pulo Gebang.

Tiaman mengakui, pendapatannya sebagai sopir JakLingko lebih baik dan terjamin karena gaji yang diterima tiap bulan.

"JakLingko benar-benar bawa perubahan ke hidup pramudi, asal kita bersyukur. Tapi, kalau kita enggak bersyukur, mau sebesar apapun nikmat yang didapat, enggak akan pernah puas," tegasnya.

Tiaman sendiri berharap, agar PT JakLingko dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya. Mengingat, JakLingko menjadi jantung dan tumpuan perekonomian bagi banyak warga seperti dirinya.

"Semoga kedepannya, PT JakLingko dapat membenahi JakLingko dan semakin meningkatkan kesejahteraan kami para pramudi," ujarnya.

Bekerja sebagai pramudi JakLingko bukanlah hal mudah. Apalagi JakLingko memiliki serentetan aturan yang ketat, bekerja di lapangan tetaplah banyak tantangan, terutama terkait lalu lintas yang menguji kesabaran.

Belum lagi pekerjaan ini banyak didominasi laki-laki. Namun itu tak menyurutkan niat dan ikhtiarnya dalam bekerja. Sebab rekannya sesama pramudi selalu mendukungnya.

"Di awal diklat dulu, bahkan saya satu-satunya pramudi perempuan. Tapi, sekalipun saya enggak pernah mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari mereka. Bahkan, semuanya baik dan selalu mendukung saya. Mereka selalu mendorong saya untuk maju," ucapnya.

Seperti diketahui JakLingko tak hanya membantu pengguna transportasi umum, tapi juga mereka yang mencari sesuap nasi menjadi pramudi. Sosok Tiaman di tengah pekerjaan pramudi yang didominasi laki-laki juga mengingatkan bahwa perempuan dapat berperan penting, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun komunitas.

Ref: CNN

Post a Comment for "Lika-liku Pramudi Perempuan: JakLingko Mengubah Hidup Saya "