Jenis Pendarahan Otak, Pengobatan dan Pencegahan - TEKNOIOT

29 Dec 2022

Jenis Pendarahan Otak, Pengobatan dan Pencegahan

Teknoiot - Pendarahan otak dapat terjadi di dalam jaringan otak atau di luarnya. Ketika terjadi di luar jaringan otak, pendarahan melibatkan satu atau lebih lapisan pelindung atau membran yang menutupi otak.

Pendarahan otak pun terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasannya.

Pendarahan epidural
 
Ini adalah saat darah terkumpul di antara tengkorak dan lapisan luar yang tebal, yang disebut dura mater. Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat membuat tekanan darah naik, membuat Anda kesulitan bernapas, menyebabkan kerusakan otak, atau menyebabkan kematian. Pendarahan epidural biasanya terjadi karena cedera (sering melibatkan patah tulang tengkorak) yang merobek pembuluh darah di bawahnya.

Pendarahan subdural



 
Ini adalah saat darah bocor antara dura mater dan lapisan tipis di bawahnya, yang disebut arachnoid mater. Ada dua jenis utama pendarahan subdural, tipe akut yang bisa meningkatkan kematian 37-90 persen. Pendarahan subdural akut dapat terjadi setelah kepala terbentur akibat jatuh, kecelakaan mobil, kecelakaan olahraga, atau jenis trauma lain. Pendarahan subdural kronis terbentuk secara bertahap.

Dengan penanganan serta pengobatan yang cepat tentu akan menghasilkan pemulihan yang lebih baik. Biasanya disebabkan oleh cedera kepala yang tidak terlalu serius pada orang lanjut usia, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, atau mengalami penyusutan otak akibat demensia atau gangguan penggunaan alkohol.

Pendarahan subarachnoid
 
Pendarahan ini merupakan penimbunan darah di dalam lapisan pelindung otak. Kondisi ini umumnya ditandai dengan sakit kepala hebat yang terjadi secara tiba-tiba. Pendarahan subarachnoid atau subarachnoid hemorrhage (SAH) dapat terjadi secara spontan tanpa didahului cedera kepala. Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian. Tanda peringatan utama untuk jenis pendarahan ini adalah sakit kepala parah yang tiba-tiba.


Perdarahan intraserebral
 
Ini adalah pendarahan otak ketika darah menggenang di jaringan otak, penyebab stroke paling umum kedua sekaligus yang paling mematikan. Biasanya karena tekanan darah tinggi jangka panjang yang tidak diobati.

Pengobatan

Untuk mengevaluasi kerusakan otak, dokter akan menentukan otak bagian mana yang mengalami pendarahan berdasarkan gejala yang timbul serta melalui pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan CT scan atau MRI otak. Jika lokasi pendarahan sudah bisa dipastikan, dokter akan melakukan langkah pengobatan yang sesuai.

Pendarahan otak adalah kondisi kegawatan medis yang perlu segera ditangani di unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Jika pendarahan otak menimbulkan koma atau kesulitan bernapas, penderita perlu mendapatkan tindakan intubasi untuk memberi napas buatan. 

Pemasangan infus untuk pemberian cairan dan obat-obatan juga diperlukan. Jika kondisi memburuk, pendarahan otak perlu mendapat pemantauan ketat oleh dokter di ruang perawatan intensif di rumah sakit.

Penanganan pendarahan di otak tergantung pada lokasi, penyebab, dan luasnya pendarahan. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah pendarahan. Obat-obatan tertentu juga dapat diresepkan, termasuk penghilang rasa sakit, kortikosteroid, atau osmotik untuk mengurangi pembengkakan dan antikonvulsan untuk mengendalikan kejang.


Bisakah sembuh dari pendarahan otak? Tingkat kesembuhan tergantung pada ukuran pendarahan dan jumlah pembengkakan yang dialaminya, Beberapa pasien mungkin saja sembuh total. 

Tapi, dengan adanya komplikasi seperti stroke, kejang, atau efek samping dari pengobatan atau perawatan bisa menyebabkan kematian meskipun telah dilakukan perawatan medis dengan segera.

Bisakah pendarahan otak dicegah?
 
Karena sebagian besar pendarahan otak terkait faktor risiko tertentu, Anda dapat meminimalkan risiko dengan cara berikut:

  • Mengobati tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan 80 persen pasien pendarahan otak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Satu-satunya hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengendalikannya melalui diet, olahraga, dan pengobatan.
  • Jangan merokok
  • Jangan gunakan narkoba. Kokain, misalnya, bisa meningkatkan risiko pendarahan di otak.
  • Berkendaralah dengan hati-hati, dan kenakan sabuk pengaman. Jika mengendarai sepeda motor, sepeda, atau papan seluncur, selalu gunakan helm.
  • Selidiki operasi korektif. Jika menderita kelainan seperti aneurisma, operasi dapat membantu mencegah pendarahan di kemudian hari.
  • Hati-hati dengan warfarin (coumadin). Jika mengonsumsi obat pengencer darah ini, tindak lanjuti secara teratur dengan dokter memastikan kadar darah berada dalam kisaran yang benar.
Ref: Tempo

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda