Presidium DPW Anies Aceh: Alasan Disbudpar Aceh Terlalu Dibuat-buat, Semua Paham hanya untuk Halangi Anies - TEKNOIOT

1 Dec 2022

Presidium DPW Anies Aceh: Alasan Disbudpar Aceh Terlalu Dibuat-buat, Semua Paham hanya untuk Halangi Anies

Teknoiot - Semua orang pasti akan menilai pencabutan izin penggunaan area Taman Ratu Safiatuddin sebagai lokasi jalan santai dan silaturahmi masyarakat Aceh dengan Anies Baswedan pada Sabtu lusa bermotif politik untuk menghalang-halangi kegiatan mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 tersebut.

Apalagi alasan pelarangan oleh pihak pejabat terkait berubah-ubah. Dalam surat resminya, Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh Azhadi Akbar menjelaskan pencabutan izin karena kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan surat perizinan.

Sementara Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal mengatakan pencabutan izin karena taman yang juga sering disebut Taman PKA (Pekan Kebudayaan Aceh) tersebut sedang dalam tahap renovasi.

Gerbang Taman Shafiatuddin Aceh



“Alasan yang dibuat-buat itu. Alasan secara lisan disampaikan ke NasDem lain lagi. Di surat lain lagi. Kita sudah punya [penilaian] dalam kepala kita masing-masing. Argumentasi mereka tidak logis. Yang jelas Pak Anies tetap disambut masyarakat Aceh besok dan hari Sabtu,” jelas Koordinator Presidium DPW Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) Provinsi Aceh M. Amin Said kepada KBA News yang dikutip Kamis, 1 November 2022.M. 

Dia menyesalkan langkah-langkah yang diambil oleh pihak Disbudpar tersebut. Semestinya pemerintah mendukung kehadiran bakal calon presiden dari Partai NasDem tersebut ke Aceh. Karena kedatangan Anies yang disambut masyarakat dari seluruh Aceh ini bisa menggerakkan roda perekonomian. Apalagi warga juga sekalian berwisata.

“Kita harus berpikir positif. Jangan mikir negatif saja. Sebenarnya dengan kedatangan Pak Anies ini bisa membantu pariwisata Aceh. Seluruh [masyarakat] Aceh datang ke Banda Aceh. Paling tidak sudah bergerak ekonomi di Banda Aceh. Kehadiran Pak Anies memberikan nilai plus,” ungkapnya.

Apalagi kata dia, Taman Ratu Safiatuddin tersebut selama ini juga kerap digelar untuk acara-acara keramaian. “Bahkan mestinya tanpa izin, tidak ada masalah. Karena itu kan tempat milik rakyat. Yang pakai juga rakyat. Sementara Pak Anies tamu kita,” katanya menekankan.

Namun, kalaupun tetap dilarang menggunakan area taman tersebut, dia memastikan, masyarakat akan tetap menyambut mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut. Dan bukan tidak mungkin pula jalan raya yang dilintasi Anies benar-benar dimanfaatkan rakyat untuk berbondong-bondong menemuinya.

“Kalau masalah jalanan dipakai, itu sudah konsekuensi ramai orang. Jelas terpakai jalan dan tempat-tempat yang ada lapang,” tandasnya.

Karena itu, dia berharap jangan sampai ada pihak-pihak yang berusaha menghambat kedatangan Anies untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh. “Tidak ada satu pun alasan untuk menolak Pak Anies silaturahmi dengan masyarakat Aceh. Jangan menciptakan kondisi seakan-akan Aceh menolak. Aceh sangat antusias menyambut Pak Anies,” tandasnya.

Ref: KBA

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda