Ruhut Sitompul Kembali Sebar Video Ceramah UAS soal Bunuh Diri, Ini Fakta Sebenarnya - TEKNOIOT

9 Dec 2022

Ruhut Sitompul Kembali Sebar Video Ceramah UAS soal Bunuh Diri, Ini Fakta Sebenarnya

Teknoiot - Politisi PDIP, Ruhut Sitompul, kembali menyebarkan potongan video Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait bom bunuh diri. Sayangnya, potongan video itu tidak mencakup isi ceramah secara lengkap.

"Waspada waspada waspadalah karena kalau ini secara terang benderang disampaikan sangat b e r b a h a y a, karena tingkat penalaran yg mendengar tidak sama jadi tolong diwaspadai Aparat Kepolisian sebagai Kamtibmas MERDEKA," tulis Ruhut sembari menautkan video tersebut, dikutip fajar.co.id pada Kamis (8/12/2022).

Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa video ceramah UAS tersebut diunggah sejak 4 tahun lalu, saat ia berceramah selepas salat Subuh di Masjid An-nur, Pekanbaru, Riau. Video Klarifikasi pun diunggah oleh FSRMM TV.

Ruhut Sitompul



Saat itu, UAS menjawab pertanyaan salah satu jemaah terkait orang di Palestina yang melakukan aksi bom bunuh diri di depan para tentara Israel.

Ustaz Abdul Somad kemudian menjawab bahwa apa yang terjadi di Palestina tersebut bukan termasuk orang meninggal dalam keadaan bunuh diri. Karena Umat Muslim di Palestina itu bukan bunuh diri, tapi mati syahid.

Penjelasan itulah yang kemudian dipotong-potong dan disebarkan di media sosial saat terjadi kasus bom meledak.

"Lalu video itu dipotong ketika beberapa saat yang lalu, saat ada bom panci di Kampung Melayu, video itu viral lagi. Lalu kemudian ada bom di Surabaya, viral lagi. Lalu ada nanti kompor orang meleduk, nanti viral lagi," tutur Abdul Somad, dalam klarifikasinya terkait video yang dipotong itu.

Dia menegaskan ada perbedaan yang sangat jelas antara kondisi di Palestina dan belahan dunia lainnya. Penjelasannya inilah yang dihilangkan dari potongan video yang viral tersebut sehingga seolah-olah dia mendukung bom bunuh diri dimana pun.

"Perlu diluruskan beda dengan Palestina dengan luar Palestina. Apa bedanya, karena Nabi membedakan antara nonmuslim yang di Mekah dengan nonmuslim di Madinah," kata Abdul Somad mengalogikan.

Menurut Somad, di Madinah, Nabi hidup bersama dengan damai bersama komunitas nonmuslim. Mereka bertetangga, saling berdagang dan hidup rukun. Sementara di Mekkah, nonmuslim memerangi kaum Muslim.

UAS mengatakan, kondisi perang saat di Mekah itu kini ada di Palestina, yang tanahnya dicaplok oleh Israel. Sedangkan di luar Palestina, kondisinya berbeda.

"Buka Surat Al-Mumtahanah ayat 8. Kalau mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, maka berbuat baiklah kepada mereka. Bersikap adil. Coba lihat bagaimana indahnya bahasa Alquran. Jadi kalau tidak diperangi, tidak diusir maka berbuat baiklah, maka berbuat adilah kepada mereka," kata Abdul Somad.

"Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang Israel melanggar dua itu, orang Israel memerangi dan mengusir bangsa Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Malam ini kita klarifikasi," sambungnya.

Mengenai 'orang yang melakukan bom bunuh diri di Palestina mati syahid', Abdul Somad memberikan penjelasan yang merujuk pada saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat diserang pada Perang Uhud seperti penjelasan Shahih Muslim.

"Di bukit Uhud waktu itu nabi terkepung Quraisy yang menyerang dari Mekah pimpinan Abu Sufyan. Kemudian nabi berkata 'siapa pun yang bisa mengusir orang Quraisy ini, maka mati syahid dia akan bersama aku di surga'. Masuklah satu per satu pasukan nabi ini ke kerumunan orang musyrik itu. Padahal dipastikan mereka tahu begitu masuk pasti mati, 90 persen pasti mati karena jumlah pasukan Quraisy banyak sekali," kata Abdul Somad.

"Jadi bukan dalam keadaan aman. Bukan dalam keadaan bertetangga. Ini dalam keadaan perang," tegasnya.

Orang-orang yang bertempur untuk mengorbankan diri dalam peperangan seperti inilah yang mati syahid. Karena mereka menyerahkan diri mereka untuk berperang. Bukan bunuh diri untuk lari menghindari tekanan, kemiskinan atau penyakit.

Ustaz Abdul Somad berharap video klarifikasi ini menjadi counter dari potongan video awal yang dipotong. Dia juga berharap ini bisa meluruskan kabar yang keliru.

Ref: Fajar

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda