Bagaimana Sensor IOT Dapat Membantu Petani Mengelola Pertanian Lebih Mudah

IoT dapat membantu Petani –Bertani bukan lagi bisnis sederhana. Petani selalu di bawah tekanan untuk memproduksi lebih banyak makanan dengan luas lahan lebih sedikit. Mereka harus memenuhi persyaratan emisi yang ketat dan meminimalkan jejak lingkungan mereka.

Mereka harus melindungi tanaman dari berbagai hama, mengawasi iklim dan mengikuti prakiraan cuaca, mengontrol jumlah air yang mengalir di tanah, dan memantau seluruh tanaman yang tersebar di beberapa area persegi wilayah. Yang terpenting, mereka harus melacak peralatan, mesin, dan penyimpanan mereka.

Jadi, ada banyak yang harus dilakukan dan petani tidak bisa hanya mengandalkan asumsi atau teknologi dasar mereka untuk terus berproduksi untuk memberi makan populasi global yang berkembang. Untungnya sekarang kita memiliki teknologi IOT . Teknologi sensor yang diaktifkan IoT dan IoT kini telah matang untuk membantu petani dalam memecahkan tantangan yang telah mereka hadapi sejak ratusan tahun.

sensor-iot-untuk-petani Bagaimana Sensor IOT Dapat Membantu Petani Mengelola Pertanian Lebih Mudah
images credits: dreamztechusa.com

Ulasan SIngkat tentang IoT dan penggunaannya

IOT atau ‘Internet of Things‘ adalah tentang menghubungkan berbagai hal melalui jaringan wireless sehingga mereka dapat memonitor, mengontrol, melakukan tugas dari jarak jauh.

Ada peluang tak terbatas yang telah diperkenalkan IoT kepada umat manusia, dari sistem yang menutup gorden secara otomatis setelah mendeteksi paparan sinar matahari yang lebih dari yang dibutuhkan dalam sebuah ruangan ke soket lampu sederhana yang dapat dikendalikan dari jauh untuk menyediakan atau menghentikan aliran listrik ke alat, ke infrastruktur IT untuk perusahaan rantai pasokan untuk melacak semua produk, palet, wadah, dan transportasi dengan data Geo-location yang tepat, sekarang siap untuk mendefinisikan kembali dunia seperti internet beberapa dekade yang lalu.

Baca Juga:  5 Alasan Kuat Single Identity Card Saatnya Perlu di Terapkan di Indonesia

IOT dan pertanian

IoT adalah teknologi berbasis sensor. Berbagai sensor untuk mengukur suhu, kelembaban, kualitas air, perubahan bahan kimia, asap, kedekatan, tekanan, tekanan gas dll digunakan untuk membangun aplikasi.

Berikut adalah beberapa contoh yang menjelaskan bagaimana sensor yang diaktifkan IoT dapat membantu Petani.

IoT memonitor kualitas tanah

Tanah adalah bahan baku utama dalam pertanian. Kualitas tanah yang mendukung produksi tanaman yang lebih baik sepenuhnya tergantung pada kelembaban, suhu, dan konduktivitas listriknya. Selama beberapa tahun, petani mengandalkan asumsi dan pengalaman masa lalu mereka untuk mengukur kualitas tanah dan memproduksi korps. Tetapi metode ini sering tidak kembali dengan hasil terbaik.

Sensor-IOT dapat membantu petani menemukan kelembaban tanah yang sebenarnya. Kekeringan atau kebasahan tanah yang berlebihan dapat merusak tanaman. Data yang dihasilkan oleh sensor dikirim ke sistem yang menganalisisnya dan kemudian menghasilkan dan mencerminkan pemberitahuan pada perangkat seluler. Melangkah ke depan, data dapat digunakan untuk mengotomatisasi / mengontrol aliran air di daratan.

Contoh dari sistem serupa disajikan oleh CropX. Perusahaan memproduksi perangkat keras dan sistem perangkat lunak yang membantu petani mengukur suhu, kelembaban, dan konduktivitas listrik di tanah.

IOT Mencegah Kebakaran

Petani selalu khawatir tentang keamanan penyimpanan pertanian. Ada beberapa hal yang bisa membahayakan kerja keras selama berbulan-bulan. Api adalah kunci salah satunya. Silo dan elevator gandum, misalnya, adalah tempat berbahaya. Ada ban berjalan yang digunakan oleh petani untuk membuat pekerjaan mereka sederhana. Tapi mereka semua rentan terbakar.

Baca Juga:  IOT Arduino: Membangun Project Hardware Khusus IOT dengan Arduino

Sensor IoT dapat menginformasikan tentang bahaya dengan melacak silo dan elevator gandum. Petani dapat menggunakan sensor ini untuk menetapkan norma kinerja dasar dan membuat peringatan dan alarm untuk kondisi kebakaran yang disebabkan oleh kenaikan suhu.

Sensor IoT membuat peralatan menjadi pintar

IoT dapat membantu petani meningkatkan jumlah panen, menurunkan kehilangan gabah, dan secara otomatis mengoptimalkan kinerja peralatan. Sensor IoT dapat memberi daya pada petani untuk mengelola seluruh kepemilikannya di komputer atau perangkat seluler. Sistem akan mengumpulkan data dan menggunakannya dalam pemetaan lapangan, perencanaan pemupukan, dan beberapa operasi lain yang membuat pertanian lebih mudah.

IOT-Drone Mengelola lahan pertanian

Petani juga menggunakan drone sensor diaktifkan IoT untuk survei, pemetaan, dan pencitraan lahan pertanian mereka. Data yang dikumpulkan dari drone dapat digunakan dalam melakukan banyak pekerjaan

pertanian termasuk pemindaian tanaman, pemantauan kesehatan tanaman, survei lapangan, pemantauan stres tanaman, pemantauan hasil, penilaian kekeringan, dan sebagainya.

Selain itu, drone ini juga dapat diprogram untuk survei lapangan tertentu. Mereka mengumpulkan gambar visual, termal, dan multispektral selama penerbangan dan juga dapat mendarat di tempat yang sama.

PrecisionHawk  adalah perusahaan perangkat lunak di AS yang menyediakan layanan penginderaan jauh Drone dan UAV serupa untuk beberapa industri termasuk pertanian dan konstruksi.

Baca Juga:  4 Tantangan Implementasi IoT di Indonesia Dan Solusinya

Pemantauan Ternak

Banyak petani yang terlibat dalam pembiakan ternak juga dapat menggunakan sensor IoT untuk mengumpulkan data untuk lokasi, kesejahteraan, dan kesehatan ternak mereka. Dengan informasi ini, para petani dapat melakukan pemantauan ternak yang lebih baik seperti mengidentifikasi hewan yang sakit sehingga mereka dapat dipisahkan dari yang lain untuk menghindari penyebaran penyakit.

Sensor-sensor ini juga dapat membantu petani menurunkan biaya tenaga kerja. Sensor-sensor IoT ini, selain menempatkan sapi di peternakan, juga dapat mengamati apakah sapi-sapi tertentu sedang hamil atau akan melahirkan atau dalam panas dan siap untuk pemupukan.

Jadi ini adalah bagaimana sensor IoT dapat membantu petani dalam beberapa cara. Sensor-sensor ini menghasilkan data. Data dapat mengontrol hal-hal yang bertanggung jawab untuk pertanian yang lebih baik.

Untuk Indonesia sendiri tata kelola pertanian saatnya siap untuk berbasis IOT cepat atau lambat konsep ini harus dibawah ke forum-forum pertanian. Dimana Indonesia sendiri termasuk negara agraria dengan lahan dan potensi pertanian yang besar. Kalau bukan sekarang kapan lagi di era teknologi 4.0, IOT dapat membantu petani mengelola lahan pertaniannya dengan maksimal.