Mengais Cuan dari Berjualan Buku

mengais-cuan-dari-berjualan-buku Mengais Cuan dari Berjualan Buku

Bagi kamu yang memiliki hobi membaca, memiliki sebuah perpustakaan kecil di rumah bisa jadi adalah impian. Demi mencapai impian itu, kamu begitu giat pergi ke toko buku, mencari buku-buku bagus yang kira-kira akan memuaskan hasrat membacamu.

Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi bazar buku seperti Big Bad Wolf yang biasanya diselenggarakan secara regular setahun sekali. Pelan tapi pasti, buku yang kamu miliki semakin menggunung jumlahnya. Tapi sayangnya, jika diperhatikan, rasa-rasanya hanya beberapa buku saja yang sudah selesai dibaca.

Kamu rasa kalau kalau kamu lebih senang membeli daripada membaca. Pernahkah kamu merasakan hal seperti ini? Jika jawabannya adalah iya, tenang saja karena ada banyak orang yang mengalami dan merasakan hal serupa. Itu tandanya kamu adalah seseorang yang dalam bahasa Jepang, disebut dengan tsundoku.

Tsundoku sendiri adalah sebutan bagi orang-orang seperti kamu, membeli banyak buku tapi tidak membaca semua yang dia beli sampai habis. Menjadi seorang tsundoku sebenarnya bukanlah sebuah masalah. Namun, apakah tidak sayang kalau koleksi bukumu malah dimanfaatkan bukan oleh pemiliknya sendiri?

Baca Juga:  10 Tips untuk memotret Foto Malam Hari dengan Hasil Terbaik

Tapi, jika dilihat dari sisi sebaliknya, tsundoku adalah pasar yang potensial karena mereka biasa membeli buku dalam jumlah banyak tiap kali melakukan pembelian. Kalau kamu berada di circle yang memiliki banyak tsundoku, kamu bisa mulai memanfaatkan peluang dan mulai berbisnis yang berkaitan dengan buku.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengimpor beberapa buku-buku menarik, baik baru maupun bekas, dan menjualnya kepada teman-temanmu.

Proses impor buku-buku yang kamu beli akan makin mudah jika kamu menggunakan layanan transfer valas atau remittance yang dari bank-bank yang terpercaya. Secara sederhana, remittance artinya proses mengirim uang dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya dalam mata uang asing.

Bahkan, akan jauh lebih baik kalau uang yang kamu transfer bisa diterima oleh si penerima di waktu yang sama. Salah satu bank yang memiliki sistem transaksi remittance seperti itu adalah digibank by DBS. digibank by DBS memiliki suatu fitur yang disebut dengan digibank transfer valas.

Baca Juga:  Apa Itu Hyper Convergence Infrastructure

Ada beberapa keuntungan utama jika kamu menggunakan digibank transfer valas. Pertama adalah kemudahan transaksi. Kamu tidak perlu datang ke cabang saat kamu ingin menggunakan digibank transfer valas. Kamu hanya perlu mengambil smartphone dari sakumu dan menginstal aplikasi digibank by DBS. Setelah itu, kamu bisa melakukan transaksi remittance kapanpun dan dimanapun, tanpa perlu harus repot-repot ke kantor cabang.

Kamu hanya perlu smartphone yang sudah terinstal aplikasi digibank by DBS. Selanjutnya adalah tinggal memilih menu “Transfer” lalu klik “Transfer Valas” di aplikasi digibank by DBS. Di layar selanjutnya, klik “Tambah Penerima” lalu pilih negara yang dituju dan mata uangnya.

Setelah itu, silahkan pilih bank dan lengkapi detail penerima. Masukkan jumlah dana yang akan dikirim dan lalu klik “lanjut”  untuk menyelesaikan transaksi transfer valas yang tadi dilakukan. Benar-benar segampang dan semudah itu.

Baca Juga:  Daftar Jadwal Konferensi Teknologi Internasional: Acara Pameran Teknologi B2B Tahun 2020, Tertarik?

Yang kedua adalah biaya transaksi yang murah dan bahkan gratis. Kamu tidak salah baca. digibank transfer valas menggratiskan biaya transaksi remittance ke 20 negara tujuan.

Negara-negara tersebut adalah Hongkong, Australia, Kanada, Amerika, Singapura, Inggris, Hongkong, Italia, Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, dan negara-negara di zona Eropa lainnya. Ditambah dengan nilai tukar yang kompetitif, maka biaya yang mesti kamu tanggung menjadi semakin ringan.

Dan yang paling penting adalah proses transfer yang cepat. Fitur ini mungkin sangat jarang dimiliki oleh bank-bank lain, namun dengan digibank transfer valas dana transfer bisa diterima oleh si penerima pada hari itu juga. Sangat memudahkan sekali, bukan?

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.