Apa Itu SIPlah dan Bagaimana Panduan Belanja SIPlah?

Panduan belanja SIPlah – Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, yang selanjutnya disingkat BOS Reguler, yaitu program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasi personalia dan non-personalia bagi sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merancang suatu Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) untuk digunakan dalam PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) sekolah yang dilakukan secara daring (Online Marketplace). Panduan belanja SIPLah dirancang untuk memanfaatkan Sistem Pasar Daring (Online Marketplace) yang dioperasikan oleh pihak ketiga.

siplah Apa Itu SIPlah dan Bagaimana Panduan Belanja SIPlah?
Credits: kemdikbud.go.id

Sistem pasar daring yang dapat dikategorikan sebagai SIPLah harus memiliki fitur tertentu untuk merealisasikan rencana kerja anggaran sekolah dan memenuhi kebutuhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengawasi penggunaan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyaluran dana BOS Reguler dilakukan tiap triwulan, bagi wilayah dengan geografis yang sulit dijangkau, penyaluran dana BOS Reguler dilakukan tiap semester.

Layanan SIPLah tersedia selama hari kerja Senin s.d. Sabtu dan selama jam kerja (09.00 – 17.00 WIB).

Pusat Layanan SIPLah di Unit Layanan Terpadu, Gedung C Lantai 1, Kompleks Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta.

Baca Juga:  Ulasan Lengkap Apple iPhone 11 dan iPhone 11 Pro

EKOSISTEM BISNIS

Pemilik SIPLah adalah Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

PT Metraplasa adalah mitra SIPLah yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aplikasi SIPLah dapat digunakan oleh:

  1. Pelaku Usaha, individu atau badan hukum, sebagai Penyedia Barang dan Jasa Sekolah.
  2. Sekolah, yang diwakili Kepala Sekolah dan/atau Bendahara BOS, sebagai Pembeli Barang dan Jasa Sekolah.
  3. Direktorat Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Pengawas PBJ Sekolah.

Ekosistem Bisnis dalam SIPLah akan melibatkan peran dan institusi sebagai berikut:

  1. Pemilik SIPLah :
    1. Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Mitra SIPLah :
    1. Mitra Sistem Pasar Daring.
    2. Mitra Sistem Pembayaran.
  3. Pengguna SIPLah :
    1. Pelaku Usaha, individu atau badan hukum, sebagai Penyedia Barang dan Jasa Sekolah Sekolah.
    2. Sekolah, yang diwakili Kepala Sekolah dan/atau Bendahara BOS, sebagai Pembeli Barang dan Jasa Sekolah Sekolah.
    3. Direktorat Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Pengawas PBJ Sekolah.

SKEMA BISNIS

Skema bisnis SIPLah adalah sebagai berikut:

  1. Sekolah dapat melakukan proses PBJ secara daring melalui SIPLah dengan metode pemilihan Pembelian Langsung dengan nilai paling banyak Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per transaksi.
  2. Pembayaran oleh sekolah harus dilakukan secara non-tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang BOS Non Tunai.
  3. Pembayaran secara non-tunai dilakukan melalui Mitra Sistem Pasar Daring dan harus diteruskan ke rekening milik Penyedia Barang dan Jasa Sekolah paling lambat 1 x 24 jam setelah pembayaran diverifikasi Mitra Sistem Pasar Daring.
  4. Mitra Sistem Pasar Daring harus menyediakan layanan rekonsiliasi antara belanja dan pembayaran.
  5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak menerapkan skema insentif keuangan dalam bentuk apapun dengan Mitra Sistem Pasar Daring dan Pengguna SIPLah.
  6. Mitra Sistem Pasar Daring tidak diperkenakan melakukan pengenaan pungutan biaya dan/atau komisi dalam skema apapun kepada Pengguna SIPLah.
  7. Mitra Sistem Pasar Daring diperkenankan memperoleh manfaat baik finansial maupun non finansial dengan skema yang tidak membebani Pengguna dan Pemilik SIPLah.
  8. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) adalah sistem elektronik yang dapat digunakan oleh sekolah untuk melaksanakan proses Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah (PBJ) secara daring yang dananya bersumber dari dana BOS.
  9. SIPLah memfasilitasi sekolah untuk mencari informasi dan melakukan pembelian Barang dan Jasa Sekolah, melakukan pemantauan pemenuhan pesanan, melaksanakan pembayaran non tunai, dan mengelola dokumentasi proses serta bukti transaksi PBJ.
Baca Juga:  Cara Menghubungi Untuk Dukungan Teknis Cisco

SIPLah menjadi media interaksi daring antara sekolah sebagai pembeli dengan penyedia Barang dan Jasa Sekolah sebagai penjual. SIPLah menjadi alat bantu supervisi proses PBJ oleh Kepala Sekolah dan/atau Bendahara Sekolah.

SIPLah memenuhi kebutuhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam melakukan pengawasan atas proses pengadaan Barang dan Jasa Sekolah sekolah serta realisasi penggunaan dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Merek Printer 3D Terbaik 2019

SIPLah dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan efektifitas serta pengawasan PBJ sekolah yang dananya bersumber dari Dana BOS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut link siplah untuk sekolah yang ingin melihat produk-produk yang di belanja melalui SIPlah yang terdiri dari:

Pengadaan Laptop, PC, Proyektor, Scanner, Harddisk, Flashdisk, Tablet, Akses Point, Wifi, Buku dan lain-lain.

Beri komentar dan saran kepada kami

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.