TEKNOIOT: Anies Baswedan
Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts
Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts

27 Jan 2023

Geisz Loyalis Anies Sindir Butet: Kalau Matanya Katarak ke Dokter Bukan Ngoceh

Teknoiot - Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah menjawab tudingan budayawan Butet Kartaredjasa yang menilai mantan Gubernur DKI Jakarta tak meninggalkan hasil kerja buat rakyat.

"Hasil kerjanya Anies memang apa? Itu kan masalahnya," tutur Butet.

Menanggapi itu, Geisz menimpali ucapan Butet. Ia pun meminta agar seniman asal Yogyakarta itu untuk tidak asal ngoceh.


"Ya kalau matanya katarak ke dokter bukan ngoceh," kata Geisz.







Mantan Komisaris PT Jaya Ancol itu kemudian menyebut satu per satu hasil kerja Anies yang dipersembahkan untuk warga Jakarta.


"Integrasi transportasi publik, JIS bukan hasil kerja? Air bersih di Pulau Seribu, underpass dan JPO Senen, Revitalisasi Trotoar dan 400 taman, 5 tahun WTP berbanding 0 WTP. Dan banyak lagi lainnya. Itu semua hantu yang kerja?," timpalnya lagi.

Sebelumnya dalam wawancara bersama politikus senior Zulfan Lindan mempertanyakan hasil kerja Anies.


Awalnya Butet menyinggung soal pentingnya seseorang untuk memiliki visi, meski aspek ini bukan satu-satunya kriteria pemimpin ideal yang dicari oleh sang aktor.

"Orang itu harus punya visi, satu, dia punya impian. (Lalu) dia punya track record, punya sejarah," jelas Butet dalam wawancaranya bersama politikus senior Zulfan Lindan, dikutip pada Rabu (25/1/2023).


Pernyataan Butet inilah yang disanggah Zulfan. "Tapi kata Pak Anies visi misi itu nggak penting, yang penting hasil kerja, bagaimana?"

Tak disangka, Butet dengan ceplas-ceplos malah menanyakan balik apa hasil kerja mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Hasil kerja? Lha hasil kerjanya Anies memang apa? Itu kan masalahnya," tutur Butet.


"Anies kan baru diinginkan. Calon pun masih bakal, kan? Itu pun belum bisa punya paspor untuk berangkat kan?" sambung Butet.

Resmi, Partai Demokrat Nyatakan Dukungan Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Teknoiot - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY akhirnya secara resmi mengumumkan dukungan pihaknya kepada mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia pun mengajak calon mitra koalisinya untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan.

AHY menyatakan kerja tim kecil Koalisi Perubahan mendekati tahap final. Dari pertemuan intens yamng dilakukan partainya, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama enam bulan belakangan, dia menyatakan cukup bagi Demokrat memutuskan pilihan penting dan fundamental menghadapi Pemilu 2024 dan Pilpres 2024.


Putra pertama Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tersebut menyebutkan kalau ketiga partai tersebut sudah satu pandangan untuk mendukung Anies sebagai bakal calon presiden (Bacapres).

Resmi, Partai Demokrat Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

 


"Adapun terkait Bakal Calon Presiden (Bacapres), sudah ada kesamaan cara pandang dari ketiga partai untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024," kata AHY dalam pernyataan tertulisnya, Rabu, 25 Januari 2023.


Menurut AHY, Anies Baswedan merupakan sosok yang dapat memberikan perubahan dan juga perbaikan.

“Bagi Demokrat, Mas Anies adalah Tokoh Perubahan dan Perbaikan,” ujarnya.

Pengusungan Bacawapres dari calon mitra koalisi merupakan hal yang wajar

AHY pun menyinggung terkait bakal calon wakil presiden (Bacapres) yang akan mendampingi Anies melenggang di kontestasi Pilpres 2024. Dia menghormati pilihan NasDem untuk menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Anies, akan tetapi dia juga menilai langkah Demokrat dan PKS yang mengajukan calon juga bagian dari aspirasi.

"Demokrat dan PKS masing-masing memiliki aspirasi kader utamanya sebagai Bacawapres. Sebagai aspirasi selaku calon anggota koalisi, itu wajar,” jelas AHY.

Sebagai informasi, Demokrat mengusung AHY sebagai Bacawapres Anies sementara PKS mengusung Ahmad Heryawan alias Aher.

AHY berharap diskusi terkait bacawapres tersebut tidak menghambat pembentukan koalisi. Sebab rasional saja kata AHY, keputusan bakal capres dan cawapres merupakan keputusan bersama, apalagi asas koalisi ini kesetaraan.

"Jangan sampai faktor penentuan Bacawapres ini justru menjadi hal yang menghambat bagi terbentuknya Koalisi Perubahan. Untuk itu, Demokrat akan mengajak PKS agar menyerahkan keputusan Bacawapres kepada Bacapres yang kita usung. Dengan demikian, tiga partai memiliki kesetaraan yang sama dalam koalisi,” papar AHY.

Mengajak calon mitra koalisi untuk segera membentuk sekretariat

AHY pun mengajak calon mitra koalisi, PKS dan Nasdem, untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan. Menurut dia keberadaan Sekretariat Perubahan jadi bukti keseriusan dan komitmen Partai Demokrat untuk mewujudkan Koalisi Perubahan.

Agus menegaskan, jika koalisi yang terbentuk antara Demokrat, PKS, dan Nasdem ada tujuannya, bukan untuk politik transaksional dan pragmatisme. Dia menjelaskan, terbentuknya Koalisi Perubahan juga bertujuan menyongsong perubahan sebagaimana yang diinginkan oleh bangsa.

"Koalisi Demokrat, PKS, dan Nasdem dipersatukan oleh visi dan semangat yang sama, senasib dan seperjuangan, untuk mengemban amanah rakyat yang menginginkan perubahan dan perbaikan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata dia dalam pernyataan tertulisnya, Rabu, 25 Januari 2023.

Partai Demokrat, NasDem dan PKS memang kerap disebut merupakan tiga partai politik yang akan mengusung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Gabungan kursi ketiga partai ini di DPR telah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Ref: Tempo

3 Jan 2023

Para Tokoh Papua Ramai-ramai Bergabung dengan Simpul Relawan RePAnies

Teknoiot - Ketua Umum Relawan Papua untuk Anies Baswedan (RePAnies) Abdul Rasyid bersama Sekretaris Jenderal Mustari Siame memenuhi undangan pertemuan dari Ketua DPP Mathius Awoitauw Center (MAC) Saharuddin di Cafe Shark, Hamadi Pantai, Jayapura kemarin, Senin, 2 Januari 2023.

Selain Ketua DPP MAC Saharuddin dan jajarannya, juga hadir sejumlah tokoh lainnya. Di antaranya, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua yang juga Bupati Kabupaten Jayapura dua periode (2012-2022), Mathius Awoitauw; Sekretaris Flobamra Provinsi Papua, Pendeta Timothy Loak; Ondoafi (Kepala Adat) Maribu, Nohan Yansembra.

Hadir pula dari PKN Provinsi Papua, Mathias Derek Ofide; akademisi, Muktar Syam; Ketua Mahengke Nusa Wilayah 3, Wisnthon Bawole, tokoh KKSS Kota Jayapura, Tahjuddin, Ketua LMI Kabupaten, Jhoni J. Gigir dan sejumlah tokoh perempuan Papua.

Dr. Abdul Rasyid, S.E., M.Si. (berjas hitam, tengah) dalam pertemuan kemarin (KBA)


Pertemuan bersama para tokoh yang ada di Papua tersebut dimanfaatkan Abdul Rasyid dan Mustari Siame untuk mengenalkan simpul relawan pendukung Anies Rasyid Baswedan itu.

Dukungan kepada Anies, katanya menjelaskan dalam pertemuan itu, karena mereka yakin mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa mengatasi berbagai persoalan bangsa yang ada saat ini. Seperti kesenjangan dalam berbagai bidang kehidupan, disparitas antarwilayah, dan ketimpangan dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena itu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, lebih adil lebih sejahtera dan lebih bermartabat, maka penting bagi putra terbaik bangsa seperti Anies Rasyid Baswedan diberikan otoritas melalui dukungan dan pemenangan dalam pemilihan presiden nantinya,” paparnya kepada KBA News, Selasa, 3 Januari 2023.

Dia mengatakan pihaknya konsisten memperjuangkan Anies Rasyid Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024. Karena itu simpul relawan ini terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi untuk membangun penguatan dukungan terhadap bakal capres Partai NasDem tersebut.

Makanya, dia pun mengajak semua yang hadir untuk sama-sama berjuang dan mengerahkan segenap kekuatan yang dimiliki untuk memenangkan Anies Rasyid Baswedan pada gelaran pilpres mendatang.

Ketua MAC Saharuddin bersama anggota dan seluruh tokoh yang hadir mengapresiasi kehadiran Ketua Umum dan Sekjen RePAnies tersebut. Gayung bersambut, mereka pun bersedia bergabung dengan simpul relawan yang berafiliasi dengan Konfederasi Relawan Anies Nasional KoReAn tersebut agar bisa bersama-sama membangun kekuatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

“Mereka juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan RePAnies dan membangun simpul-simpul relawan baru untuk memperkuat basis dukungan terhadap Anies Rasyid Baswedan,” jelas Abdul Rasyid.

“Oleh sebab itu saya menyampaikan terimakasih kepada para tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu yang dengan sukarela mau bergabung dengan RePAnies dan bersama-sama dengan simpul relawan lainnya memberikan dukungannya kepada Anies Rasyid Baswedan Capres RI 2024 yang diusung oleh Partai NasDem,” sambung dosen Universitas Yapis Papua ini.

Dalam kesempatan itu, Doktor Ekonomi jebolan Universitas Hasanuddin ini pun mengapresiasi Ketua MAC Saharuddin yang konsisten menggalang dukungan untuk Matius Autiauw yang akan maju sebagai calon gubernur Provinsi Papua 2024. Karena menurutnya, Matius Autiauw merupakan salah satu putra terbaik yang saat ini dimiliki Papua.

“Beliau telah memimpin Kabupaten Jayapura selama dua periode dengan baik. Beliau sangat memperjuangkan hak-hak orang asli Papua dan seluruh rakyat Indonesia yang berdomisili di Papua. Sehingga patutlah kita mengapresiasinya,” demikian Abdul Rasyid.

Ref: KBANEWS

Wajar NasDem Berani Usung Anies, Ternyata Punya 'Kartu AS' hingga Bikin Jokowi Ketar-ketir

Teknoiot - Manuver politik Partai NasDem masih menjadi pembicaraan publik. Pasalnya NasDem mengusung eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga siap menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat yang notabane oposisi pemerintah.

Tentu langkah partai yang diketuai Surya Paloh ini sangat disorot mengingat Partai NasDem masih berkoalisi dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai tahun 2024 mendatang.

Karena itulah menjadi pertanyaan besar, apa faktor yang menyebabkan Paloh berani mengambil langkah besar hingga nyaris menyeberang ke kubu oposisi?

Hal inilah yang dibahas pengamat politik Refly Harun di kanal YouTube-nya. "Yang namanya Surya Paloh ini memiliki kekuatan sendiri. Sebagai oposisi, dia tidak bisa dipandang sebelah mata," tegas Refly, dikutip pada Senin (2/1/2023).

Wajar NasDem Berani Usung Anies, Ternyata Punya 'Kartu AS' hingga Bikin Jokowi Ketar-ketir



Bahkan menurutnya, berbagai kelebihan ini membuat Jokowi harus memperhitungkan dengan hati-hati, termasuk untuk merealisasikan wacana mendepak menteri-menteri Partai NasDem dari kabinet.

"Artinya Presiden Jokowi masih membutuhkan (menteri dari Partai NasDem) atau paling tidak dia khawatir, takut, kalau seandainya nanti justru ini akan membuat sesuatu yang tidak menguntungkan bagi Presiden Jokowi ke depan," ujar Refly.

Lantas faktor apakah yang membuat Paloh tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi ketika menjadi oposisi nanti?

"Karena dia punya resources yang tidak dipunyai Demokrat dan PKS, salah satunya adalah media," tutur Refly. Ahli hukum tata negara itu lalu mengabsen beberapa jenis media yang dimiliki oleh Paloh.

"Ini bisa dipakai secara efektif untuk mengampanyekan kepentingan mereka. Kalau seandainya dia berada pada posisi oposisi, maka tidak lagi halangan untuk mengkritik kebijakan pemerintah," ucap Refly lebih lanjut.

Namun Refly menilai Paloh lebih ingin bertahan dengan gaya politik dua kakinya, yakni tetap di koalisi pemerintah sekaligus membentuk poros politik baru bersama kubu oposisi dan Anies.Kolase Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Instagram/ganjarpranowo/prabowo/aniesbaswedan)

Hal ini juga tidak lepas dari Partai NasDem yang hanya mempunyai opsi mendeklarasikan Anies bila ingin mendapatkan keuntungan besar di Pemilu 2024.

Menurut Refly, Partai NasDem jelas sudah membuang opsi untuk mengusung kandidat capres lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

"Karena meng-endorse Ganjar dan Prabowo hanya akan menguntungkan partai-partai di mana mereka berasal. Gerindra akan diuntungkan dengan Prabowo, dan PDIP seandainya Ganjar tetap dicalonkan dan NasDem mengekor maka yang untung adalah PDIP," kata Refly.

"Dalam konteks ini tidak ada pilihan lain bagi Surya Paloh kecuali mendukung atau mendeklarasikan Anies Baswedan. Jadi bagi NasDem, Anies itu adalah harta yang bisa mengantar NasDem pada surga dan neraka," pungkasnya.

Ref: Suara

28 Dec 2022

'Semuanya Sudah Diatur Sedemikian Rapi Supaya Anies Jangan Sampai Jadi Presiden!'

Teknoiot - Jurnalis FNN, Hersubeno Arief, menilai bahwa Presiden Joko Widodo marah besar dengan Surya Paloh atas keputusannya mengusung Anies Baswedan sebagai capres yang diusung oleh Partai Nasdem.

"Coba bayangkan, ini sebenarnya kan sudah diatur sedemikian rapinya untuk Anies Baswedan di pilpres 2024 jangan sampai menjadi presiden," ujar Hersubeno dalam akun YouTube Hersubeno Point, Senin (26/12/2022).

Menurutnya, hal tersebut terlihat mulai dari penundaan pemilihan kepala daerah, di mana harusnya pada 2022. Pasalnya, setelah menyelesaikan jabatan di periode pertama, Anies berpeluang untuk maju lagi di pilkada DKI tahun 2022.

Bukan hanya maju tetapi Anies juga memiliki potensi menang cukup besar karena adanya dukungan dan dianggap sukses sebagai gubernur DKI pada periode pertama.




"Kalau dia terpilih lagi berarti tahun 2022 sampai 2024 Anies masih punya panggung sebagai gubernur DKI dan bisa saja saat itu dia tidak menyelesaikan jabatanya dan dia maju kepada pilpres 2024," Ujarnya.

"Kalau anies misalkan terpilih lagi jadi gubernur DKI jakarta lagi ini kan citra Anies makin kuat dan dia akan masih tetap punya panggung," imbuhnya.

Tetapi penundaan Pilkada malah memberikan keleluasaan kepadanya untuk melakukan safari politik di berbagai kota dan daerah yang diklaim mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat daerah.

"Ini membuat pak jokowi sangat kesal karena semua ini gara-gara Nasdem. Orang yang sudah dihilangkan panggungnya, tiba-tiba disediakan panggung baru," ungkapnya.

27 Dec 2022

Pilih Dukung Anies Jadi Capres, Ketua GPK Jateng Dipecat

Teknoiot -- Muhammad Mustafid mengaku dipecat dari posisi Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka'bah Jawa Tengah (PW GPK Jateng). GPK merupakan salah satu underbow Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keputusan pemecatan berdasarkan surat nomor 024/SK/PP.GPK/W/XII/2022 tentang Pemberhentian Ketua PW GPK Jateng yang diteken Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum GPK Imam Fauzan Amir Uskara dan Sekjen M Thobahul Aftoni pada 22 Desember 2022. Mustafid menganggap, keputusan itu sebagai konsekuensi GPK Jateng mendukung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Menurut dia, akar rumput PPP memang mayoritas memilih Anies. Meski begitu, ia mengakui, elite PPP dan Pimpinan Pusat (PP) GPK di Jakarta mendukung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo karena tekanan penguasa.

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka'bah Jawa Tengah (PW GPK Jateng) : Republika


"GPK Jateng prihatin dengan dengan elite PPP dan GPK di pusat yang tidak mendengar aspirasi umat Islam dan kader grass root. Dukungan kader di wilayah-wilayah kepada Ganjar Pranowo hanyalah setingan dan karena tekanan. Tidak murni inisiatif kader dan ada intimidasi agar kader di bawah tidak mendukung Anies," kata Mustafid kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (26/12/2022).

Dia menuding, surat pemecatannya sebagai bentuk caper (cari perhatian) pimpinan GPK pusat ke elite PPP. Hal itu karena surat tersebut ditandatangani Imam Fauzan yang sudah dipecat lebih dulu dari jabatan ketua umum oleh Majelis Kehormatan Organisasi PP GPK.

"Plt Ketum Imam Fauzan juga sudah dimosi tidak percaya oleh 15 dari 25 ketua PW GPK peserta rapimnas GPK. Otomotis segala keputusan Imam Fauzan tidak perlu diperhatikan dan dipertimbangkan," kata Mustafid.

Dia pun membongkar kelakukan pimpinan GPK di Jakarta sebulan sebelum surat keputusan pemecatan itu turun, ketika Imam Fauzan berkunjung ke Jateng. Tujuannya adalah mengajak kader GPK Jateng mendukung Ganjar sebagai capres.

"Namun langsung ditolak mentah-mentah oleh kader GPK Jateng. Sampai sekarang kader GPK se-Jateng solid mendukung Anies," ucap Mustafid.

Bahkan, lanjut Mustafid, GPK Jateng dalam waktu dekat bakal menggelar deklarasi besar-besaran untuk mendukung Anies. Dia memastikan, acara itu bakal dihadiri ribuan kader GPK dan PPP Jateng.

Mustafid juga menyinggung soal pengakuan Plt Ketua Umum DPP PPP Mardiono yang mengeklaim, sebagian besar kader partai berlambang Ka'bah tersebut menginginkan Ganjar sebagai capres, merupakan laporan palsu. Hal itu karena banyak lembaga survei, termasuk survei internal yang hasilnya di atas 60 persen menginginkan Anies didukung kader PPP.

"Kader GPK maupun PPP banyak yang berpandangan elite PPP sekarang malah menjadi budak oligarki, padahal kadernya berjuang keras melawan oligarki yang menguasai negeri ini untuk kepentingan pribadi," kata Mustafid yang dulunya berprofesi sebagai wartawan.

NasDem soal Demo Tolak Anies di Solo: Rekayasa, Nanti Juga Cape Sendiri

Teknoiot - Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan penolakan oleh sekelompok warga saat hendak menghadiri pernikahan di Solo, Jawa Tengah. Partai NasDem merespons santai penolakan kepada bakal calon presiden yang akan diusung pada tahun 2024 itu.

"Nggak ada masalah, itu rekayasa semua. Nanti mereka akan capek sendiri. Nggak apa-apa, Mas Anies makin dizalimi makin bagus," kata Ketua DPP NasDem Effendy Choirie (Gus Choi) kepada wartawan, Senin (26/12/2022).

Gus Choi menilai kesabaran Anies makin tebal dengan adanya demo penolakan itu. Dia kemudian menyinggung soal doa yang dikabulkan.

Instagram Anies Baswedan



"Kesabarannya makin tebal, makin dicintai Allah. Selanjutnya Allah akan mengabulkan doanya," tutur dia.

Diketahui, sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Masyarakat Solo Raya menggelar aksi menolak kedatangan Anies Baswedan di Kota Solo, Minggu (25/12). Aksi dilakukan dengan membentangkan poster bernada penolakan di tepi jalan sekitar kawasan exit Tol Klodran.

Dilansir dari detikJateng, Anies pada saat itu dikabarkan berkunjung ke Kota Solo untuk menghadiri acara pernikahan anak salah satu temannya. Mereka menilai Anies telah memberi contoh buruk bagi demokrasi di Indonesia.

"Menurut kami, Anies Baswedan telah memberikan contoh buruk bagi demokrasi di Indonesia. Dia melakukan kampanye terselubung di berbagai daerah dengan kedok safari politik," kata Koordinator Lapangan Aksi, Krisna, saat dihubungi detikJateng, Minggu (25/12/2022).

Mereka membawa poster bertuliskan 'Tolak Kampanye Terselubung Anies Baswedan', 'Wong Solo Tolak Anies Baswedan', 'Anies Baswedan, Bapak Politik Identitas, Tolak' dan beberapa poster lainnya. Menurut mereka, Anies telah mencuri start kampanye. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan itu harusnya mendapat 'kartu merah' lantaran telah mencuri start.

Mantan Anggota TGUPP Anies Baswedan Tatak Ujiyati merespons terkait aksi penolakan kedatangan Anies di Solo. Tatak heran pasalnya Anies datang untuk menghadiri kondangan.

Tatak menjelaskan kedatangan Anies ke Solo itu untuk menghadiri pernikahan anak dari teman semasa kuliah. Tatak mengaku dirinya pun turut hadir sebagai undangan dalam acara itu.

"Opo tumon (apa pantas), orang kondangan kok didemo? Kemarin di Solo, sekitar 10 orang mendemo Anies Baswedan saat menghadiri undangan pernikahan anak teman kuliahnya," kata Tatak seperti dilihat dalam cuitannya, Senin (26/12). Tatak sudah mengizinkan cuitannya dikutip.


Ref: Detik

Bikin Geger! Meskipun Elektabilitas Ganjar Pranowo 42 Persen, Namun yang Untung Ternyata Anies Baswedan, Kok Bisa?

Teknoiot - Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa meskipun elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tinggi, namun yang diuntungkan ternyata mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Hal ini karena relawan Anies Baswedan di lapangan bergerak untuk terus membuat elektabilitas Bacapres Partai NasDem itu melejit dan mengalahkan Ganjar Pranowo yang meskipun tinggi ternyata angka palsu.

"Jadi kalau kita lihat di lapangan justru Anies oleh relawannya menganggap, oke kalau ada kecurangan di Istana, mari kita jujur lakukan tindakan habis-habisan dengan Anies," ucap Rocky dilansir dari Channel YouTube Pribadinya, Senin (26/12/2022).

"Sehingga Anies akan ditumbuhkan oleh relawan, karena relawan tahu dia akan dicekal oleh survei palsu yang pro Ganjar. Sementara Ganjar secara riil tidak pernah naik tuh karena orang anggap dia itu naik karena diagung-agungkan," tambah Rocky.

Foto by FAJAR



Lanjut mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) ini bahwa yang lebih konyol dari elektabilitas Ganjar yang direkayasa itu membuat untung Anies Baswedan.

"Rekayasa itu dimulai untuk mencegah Anies dan konsekuanesinya Ganjar ahrus di build up nah itu kan bubble sebetulnya, kan bahaya juga buat Ganjar."

"Seolah-lah Ganjar sudah di atas angin, padahal anginnya saja belum bertiup," imbuh Rocky.

Diketahui sebelumnya, Lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru pada Kamis, 22 Desember, elektabilitas Ganjar Pranowo meraup suara 42,8 persen. Angka ini berpotensi memenangkan pertarungan Pilpres 2024 hanya satu putaran jika melawan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Data tersebut merupakan data ekstrapolasi yaitu simulasi ketika tingkat pengenalan calon diasumsikan sama rata atau mendekati pemilihan dengan 3 nama yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar berada di angka 42,8 persen. Sementara di bawahnya Anies Baswedan mendapat 28,1 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen, dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 5,2 persen.

18 Dec 2022

Motif Heru Budi Acak-acak Warisan Anies Baswedan Dikuliti Satu Persatu, Ternyata Oh Ternyata Tujuannya Jahat Banget, Astaga!

Teknoiot - Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza membongkar motif dari langkah politis Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang terkesan ingin menghapus jejak-jejak peninggalan eks Gubernur Anies Baswedan.

Efriza menilai, Heru Budi tengah berupaya menjatuhkan citra positif yang selama lima tahun dibangun Anies di Jakarta. Ia menyebut banyak kinerja Anies yang nantinya akan diputarbalikkan oleh Heru.

"Motif Heru Budi tentu saja ingin menunjukkan program Anies banyak yang ngawur, memboroskan anggaran, kebijakan yang dipilih dan diambil oleh Anies tidak tepat sasaran," kata Efriza saat dikonfirmasi, Jumat (16/12/2022).

Heru tentu tidak hanya sekedar membuang kebijakan Anies. Tak bisa dihindari, untuk memperlancar kepemimpinannya Heru turut membersihkan orang-orang yang selama ini dianggap sebagai kepercayaan atau dekat dengan Anies.


 

"Merombak struktur jajaran Pemprov dan BUMD untuk kebutuhan mempermudah ruang gerak dan soliditas terhadap kepemimpinan Heru Budi. Dia ingin kepemimpinannya dapat berjalan dengan solid, cepat, lancar, dan sukses," kata Efriza.

Efriza berpendapat, secara tidak langsung Heru Budi tengah melakukan pembunuhan karakter Anies. Sebab, Heru berupaya untuk menghilangkan citra dari hasil karya kepemimpinan sebelumnya.

"Bak pembunuhan karakter, karakter Anies menjadi buruk, citra Anies yang digembar-gemborkan oleh Anies dan kawan-kawan sebagai pemimpin yang berhasil nyatanya malah sebaliknya," ujarnya.

Efriza menilai, hal ini yang membuat para loyalis Anies teriak karena tidak terima atas perlakuan Heru selama menjadi Pj Gubernur. Disisi lain, sikap Heru yang demikian akan menggangu jalan Anies untuk mencapai kesuksesan di Pilpres 2024.

"Inilah yang membuat pendukung Anies marah dan mencak-mencak, sebab langkah Anies sebagai capres ternyata terdapat noda di kepemimpinannya, Anies tidaklah pemimpin yang benar-benar sukses memimpin DKI Jakarta," ungkapnya.

Seperti diketahui, banyak langkah Heru Budi yang terkesan ingin merubah apa yang sudah dibentuk oleh Anies. Mulai dari perubahan slogan Jakarta, pengaktifan kembali meja pengaduan, rotasi jabatan birokrat di lingkungan Pemprov DKI, sampai dengan restrukturisasi jajaran direksi di sejumlah perusahaan BUMD DKI.

Bahkan, Heru sampai membuat aturan baru terkait dengan pembatasan usia kerja pegawai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov DKI. Dari yang sebelumnya tidak dibatasi, kini Heru membatasi usia kerja PJLP hanya sampai 56 tahun.

Ref: populis

Tweet Poster Hoaks, HallOfHoaks; Perilaku Ruhut Sitompul Amat Tercela

Teknoiot - Akun twitter cek fakta HallOfHoaks, @HallOfHoaks, menyebut prilaku membuat dan menyebarkan hoaks seperti yang dilakukan oleh politikus PDI-P Ruhut Sitompul amat tercela.

“Perilaku membuat dan atau menyebarkan HOAKS seperti yang dilakukan oleh @ruhutsitompul adalah perilaku yg amat tercela! Yuk lawan terus konten-konten HOAKS,” cuit HallOfHoaks seperti dikutip KBA News dari akun @HallOfHoaks, Minggu, 18 Desember 2022.

Pernyataan HallOfHoaks tersebut menanggapi poster yang disebar oleh akun Ruhut Sitompul @ruhutsitompul yang bergambar calon presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan hari ini, Minggu, 18 Desember 2022, sekira pukul 03.57.


Screenshoot tweet Ruhut Sitompul yang diklaim oleh akun Hall Of Hoaks adalah hoaks



Poster bergambar Anies Baswedan tersebut diberi narasi “Saat Ahok 2 Kali Singgung Orang yang Pintar Ngomong di Acara Relawan.” Kemudian di bawah tulisan itu terdapat tulisan dengan ukuran yang lebih besar dengan huruf kapital, “YANG PINTER NGOMONG BIASANYA BANYAK NGIBULNYA KAYAK ANIES!”

Gambar Anies dan tulisan tersebut disebar oleh Ruhut Sitompul dengan memberi keterangan “Ha ha ha geli ka’le, tertawa Aku termehek mehek MERDEKA.”

HallOfHoaks menyebutkan bahwa faktanya tidak seperti itu. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sama sekali tidak menyinggung pihak manapun, termasuk Anies Baswedan. Fakta itu terekam dan diberitakan oleh media, salah satunya detik.com.

“Faktanya dari artikel berita yang dimuat @detik.com tak ada kalimat dari Pak @basuki_btp yang menyatakan pernyataan bernada menyerang kepada Pak @aniesbaswedan tersebut,” tulis HallOfHoaks.

Pada unggahan HallOfHoaks disertakan pula link berita detik.com dengan judul “Saat Ahok 2 Kali Singgung Orang yang ‘pintar Ngomong’ di Acara Relawan.”

Akun PipihFiles @pipihfiles membalas cuitan HallOfHoaks dengan mengunggah poster dengan tulisan “Tugas utama buzzer Rp Memproduksi kebohongan atau hoax. Terus-menerus, diulang & terus diulang. Mereka aman krn dilindungi rezim.”

Poster yang diunggah @pipihfiles menampilkan inzet foto seorang laki-laki dengan diberi identitas sebagai Paul Joseph Goebbels, Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Nazi. Di atas nama tersebut terdapat kalimat “Sebarkan kebohongan berulang-uang kepada publik. Kebohomgan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya bahwa kebohongan tersebut adalah sebuah kebenaran.”

Poster ini pun ditag ke akun @ruhutsitompul, @detik.com, dan @basuki_btp.




Ref: KBA

Mendadak Bikin Regulasi, Kenapa Bawaslu Terusik dengan Safari Politik Anies?

Teknoiot - Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART) mempertanyakan rencana Bawaslu RI membuat regulasi guna membatasi praktik curi start kampanye menyusul adanya laporan terkait safari politik Anies Baswedan.

Rencana itu sebelumnya disampaikan Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menyusul adanya laporan Anies Baswedan curi start kampanye Pilpres 2024.

"Dengan adanya silaturahmi Saudara Anies, kok tiba-tiba Bawaslu merasa terusik, mendadak ingin menghadirkan regulasi," kata Rachman Thaha dikutip dari JPNN.com, Sabtu (17/12).




Bawaslu sendiri sudah menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Anies Baswedan dari safari politik ke Aceh, beberapa waktu lalu. Namun, eks gubernur DKI Jakarta itu hanya dinilai tidak etis. Oleh karena itu, senator yang beken disapa dengan inisial ART itu mempertanyakan regulasi semacam apa lagi yang ingin dibuat Bawaslu RI.

"Jangan seenaknya membuat regulasi untuk menyandera seseorang, seorang anak bangsa yang ingin punya ruang untuk memimpin negeri ini," tutur ART.

Anggota DPD asal Sulawesi Tengah (Sulteng) itu meminta Bawaslu jangan sampai membuat aturan-aturan yang terkesan menghambat regenerasi kepemimpinan bangsa.

"Jangan mengada-ada. Ada apa dengan Bawaslu hari ini? Bawaslu jangan menjadi alat secara politik, jika mau menyandera seseorang. Ini anak negeri, anak bangsa harus semua diberi ruang. Karena ini persoalan regenerasi ke depan," ucap ART.

Ref: JPNN

Framing Videonya Soal Batik Hingga Viral, Anies Baswedan Santun Tegur Akun NU Garis Lucu

Teknoiot - Partai Nasdem menegur akun Twitter @NUgarislucu karena mengunggah potongan video pidato Anies Baswedan secara sepotong saja.

Sebagai jawabannya, bakal calon presiden (bacapres) ini lalu mengunggah video berdurasi lebih panjang yang berisikan konteks lengkap ucapannya di akun Twitternya @aniesbaswedan.

"Cek video lengkapnya dulu yuk, Min @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," cuitan Anies.

Anies Baswedan saat memimpin rapat dengan jajaran pemda DKI 



Sebelumnya, tersebar video saat Anies berbicara soal batik saat bersafari di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Video itu kemudian viral setelah dipotong.

Pada potongan video, Anies menyebut kain batik merupakan pakaian yang digunakan untuk bagian bawah atau sarung, bukan sebagai baju.

"Batik itu dipakainya untuk sarung, tidak ada batik untuk baju," kata Anies dalam potongan video yang diunggah akun Twitter @NUgarislucu.

Hal itu merupakan 'pelanggaran' karena tidak menjalankan pakem sebelumnya. Namun dari kesalahan itu, baju batik menjadi pakaian identitas Indonesia.

"Pelanggaran itu sekarang jadi kebiasaan baru," sebut Anies.

English

Anies Baswedan

Tekno