TEKNOIOT: Prabowo
Showing posts with label Prabowo. Show all posts
Showing posts with label Prabowo. Show all posts

16 Dec 2022

Suara Anies Rendah di Jateng dan Jatim, Gus Choi: Karena Belum Dikunjungi

Teknoiot - Ketua DPP Partai NasDem Effendi Choirie mencermati suara para pendukung calon Presiden (Capres) Anies Baswedan yang masih rendah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), sebenarnya potensial. Hanya saja belum dikunjungi dalam safari politik Anies.

“Banyak daerah potensial (yang men)dukung Anies, tapi belum dikunjungi seperti Banten, NTB, Maluku, Kalimantan. Jatim, dan Jateng juga belum,” kata Gus Choi, sapaan akrab Effendi Choirie kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta pada Jumat (16/12/2022).

Tak hanya itu, ia juga menyebut jadwal kunjungan ke beberapa wilayah yang sentral ini masih disusun oleh Partai NasDem.



“Mereka (para pendukung Anies) yang berada di sentra-sentra kultural sedang menunggu kehadiran Anies. (Untuk) jadwal(nya) sedang disusun,” terangnya.

Lalu untuk strategi mengembangkan sayap para pendukung Anies di luar Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Gus Choi menyebut tentu NasDem memiliki banyak strategi di dalamnya. Hanya saja tentu rakyat perlu mengenal terlebih dahulu tentang sosok capresnya, baru beralih ke strategi yang lain.

“Tentu banyak strategi atau strategi berlapis. Tapi yang paling utama tahap awal inilah adalah perkenalan (ta’arruf) dan silaturahmi,” tutur Gus Choi.

“Rakyat perlu mengenal secara dekat pemimpinnya. kenal akhlaknya, komitmennya, rekam jejaknya, pikirannya, wawasannya, (serta) perilakunya,” lanjut dia.

Sebelumnya, Poltracking Indonesia menggelar survei di lima provinsi besar, pada periode 26 November hingga 2 Desember 2022. Hasilnya, raihan suara untuk Anies Baswedan unggul di tiga provinsi besar di Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda menyebutkan elektabilitas Anies sebagai calon presiden (capres) unggul di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat atau Jabar.

Tercatat raihan suara Anies menang jauh dari dua capres lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. “Elektabilitas capres di DKI Jakarta, dengan tiga nama capres terkuat, yaitu Anies 49,6 persen Ganjar 27,5 persen, Prabowo 15,7 persen,” ujar Hanta di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

Ref: Inilah

10 Dec 2022

Pendukung Prabowo di Sulsel Loncat ke Anies?

Teknoiot - Usai purnatugas sebagai gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan getol keliling Indonesia menggelar acara bertajuk Silaturahmi kebangsaan.

Bakal Calon Presiden (capres) usungan Partai NasDem ini mendapat sambutan hangat masyarakat yang menginginkan perubahan di republik ini.

Selama dua pekan terakhir, Anies telah menginjakkan kaki di Aceh, Riau, Padang, Palu, Papua. Kini giliran Sulawesi Selatan menjadi tujuan destinasi politik Anies selanjutnya.

Analis Politik, Ras Md menilai Anies Rasyid Baswedan yang telah dideklarasikan oleh partai NasDem 3 Oktober 2022 lalu adalah satu-satunya kelompok penantang yang bakal tampil sebagai peserta capres menghadapi kelompok pelanjut rezim Jokowi.

Anies Baswedan

Ia menjelaskan, ketegasan Partai NasDem mengusung Anies tentu merubah peta politik nasional.

Partai besar sekelas PDI Perjuangan akan berpikir ulang untuk memaksakan keinginannya mencalonkan Puan Maharani sebagai capresnya.

Tampilnya Anies Baswedan sebagai capres partai Nasdem tentu membawa dampak positif terhadap elektoral partai NasDem atau Coattail Effect dari Anies.

"Partai NasDem sebagai partai pengusung Anies Baswedan makin tak terbendung lagi peluang menangnya di Sulsel," ungkap Ras Md dalam keterangan tertulisnya yang diterima fajar.co.id, Sabtu (10/12/2022).

Selain kerja-kerja politik partai NasDem yang tergolong cukup baik selama ini, akan mendapat keberkahan elektoral lagi dari para pemilih Anies Baswedan.

"Sulsel dalam pemilu 2019 lalu, Prabowo menang. Hanya saja, migrasi dukungan Prabowo cenderungan ke Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang. Walaupun Prabowo maju kembali," jelasnya.

Faktor migrasi dukungan Prabowo Subianto ke Anies disebabkan oleh personal Anies yang dinilai sebagai antitesa dari rezim hari ini.

Sedangkan kata Ras, Prabowo terasosiasi sebagai bagian dari rezim. Tidak hanya di Sulsel, di wilyah-wilayah lain pun demikian.

"Kantong-kantong suara Prabowo di tahun 2019 lalu, cenderung bermigrasi ke Anies," nilainya.

Ada sejumlah indikator yang membuat Anies dengan pasangannya nanti mampu menghadapi para pesaing. Ataukah justru sebaliknya, Anies tak mampu menumbangkan pilihan rezim Jokowi.

"Dari aneka data kuantitatif dan juga kualitatif, saya memproyeksikan peluang terpilihnya Anies Rasyid Baswedan pada Pilpres mendatang paling tidak ada tiga skenario pertarungan agar Anies bisa memenangkan pertarungan Pilpres mendatang," ujar Direktur eksekutif parameter Publik Indonesia

Skenario pertama adalah tiga pasang capres. Anies, Prabowo dan juga Ganjar. Dalam simulasi ini, potensi Anies menang cukup terbuka. Walaupun potensi dua putaran bakal terjadi.

Mengapa Anies berpeluang? Karena konsentrasi pemilih rezim Jokowi akan terpecah walaupun Ganjar dinilainya akan lebih unggul dari Prabowo menggaet pemilih Jokowi.

Sementara di kelompok antitesa rezim, tentu solid ke Anies. Sehingga peluang figur masuk ke putaran selanjutnya hanya Anies dan Ganjar saja.

Lalu kemana migrasi pemilih Prabowo jika putaran kedua? tentu kecenderungannya lebih besar ke Anies. Faktor irisan suara antara Anies dan Prabowo cukup kuat.

Skenario kedua adalah skenario tiga pasang capres. Anies, Prabowo dan juga Puan Maharani sebagai figur utama.

"Dalam skenario ini, Ganjar tidak lagi tampil sebagai figur utama. Peluang Anies makin terbuka lebar. Bahkan jika skenario ini terbangun, Anies berpeluang menyelesaikan Pilpres dalam satu putaran," tegasnya.

Lagi-lagi konsentrasi pemilih rezim Jokowi akan terpecah. Sehingga sangat menguntungkan posisi elektoral Anies.

Skenario ketiga adalah empat pasang capres. Anies, Prabowo, Ganjar dan Puan.

Dengan simulasi parpol koalisi, Anies diusung NasDem, Demokrat dan juga PKS. Prabowo Gerindra dan PKB. Ganjar diusung KIB dan terakhir Puan diusung PDI Perjuangan.

Menurut Ras, jika simulasi poros ini terjadi, lagi-lagi Anies makin diuntungkan. Bahkan Anies berpeluang menyelesaikan pertarungan satu putaran walaupun tidak semudah Anies melawan Prabowo dan Puan.

Ref: Fajar

Data Drone Emprit: Anies Paling Banyak Dibicarakan Disusul Ganjar

Teknoiot - Anies Baswedan memuncaki perbincangan di media sosial menurut data Drone Emprit. Namun perbincangan soal Anies tidak melulu diisi dengan nada positif. "Selama November, pemberitaan dan perbincangan seputar Anies, jauh di atas para tokoh politik lainnya. 

Puncak pembahasan terjadi pada 5 November, didorong kunjungan Anies ke Medan," demikian data tersebut seperti ditulis pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi lewat akun Twitternya.

Anies Baswedan tokoh paling banyahk dibincangkan di sosial media

Dalam data tersebut, Ganjar Pranowo berada di posisi kedua. Jumlah pembahasan soal Ganjar naik tinggi pada akhir November didorong pembahasan tentang 'Rambut Putih'.



Drone Emprit juga mencatat pergerakan naik ditunjukkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir lantaran partisipasi BUMN dalam G20 dan dukungan Erick untuk ikut pada Pilpres 2024.

Selain jadi kampiun soal perbincangan di media sosial, Anies juga menurut Drone Emprit menjadi tokoh "yang populer dalam pemberitaan dan perbincangan di media sosial, diikuti Ganjar dan Prabowo Subianto. Sedangkan sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling minim popularitasnya"

Dalam grafik yang dipublikasikan, Anies total mendapat angka 786.292, disusul Ganjar dengan 426.527 dan Prabowo Subianto dengan angka 202.455. Angka tersebut merupakan penggabungan dari jumlah mention di media sosial dan pemberitaan.

Ismail mencuit, di media online Anies dengan jumlah mention 40.791 menjadi tokoh yang paling banyak diberitakan. Di belakangnya, ada Ganjar Pranowo (30.740 mention), dan Andika Perkasa (14.4378 mention).



Sementara di media sosial, Anies mendapat mention 745.501 dan menjadi tokoh yang paling banyak dibincangkan. Ganjar juga berada di peringkat kedua (389.787), disusul Erick Thohir (197.050).

Namun kendati memuncaki daftar di atas, Anies ternyata bukan tokoh yang paling banyak dibincang dengan nada positif. Adalah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang menempati posisi itu dengan nada positif sebesar 94 persen.


Sebaliknya, Drone emprit mencatat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono paling banyak dibincangkan dengan nada negatif yakni 38 persen. Posisi kedua ditempati Sandiaga Uno (24 persen), disusul Ganjar Pranowo (19 persen).

Terkait jumlah pengikut di media sosial, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) berada di urutan pertama yakni 19,6 juta pengikut di Instagram, 5,4 juta di Twitter, dan 5,3 juta di Youtube. RK kalah dari Prabowo soal pengikut Fanpage Facebook dengan angka 9,6 juta.

Namun di TikTok, Ganjar Pranowo lah yang menjadi kampiun dengan 2,9 juta. "Dari data follower vs popularitas di atas, bisa disimpulkan bahwa tingginya jumlah follower di media sosial bukan jaminan tingginya popularitas dalam percakapan maupun pemberitaan," tulis Ismail.

Ref: CNN

29 Nov 2022

Prabowo Lapor Ada Dugaan Korupsi Mark Up Anggaran Alutsista di Kemenhan, Diminta Jokowi Buat Usut Tapi..

Teknoiot - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut pernah mendapati adanya dugaan korupsi mark up alat utama sistem pertahanan (alutsista) di Kementerian Pertahanan.

Hal ini dinyatakan sendiri oleh politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan. Kala itu menurut Panda, Prabowo di awal penempatannya di Kemenhan, Prabowo menemukan adanya dugaan mark up alutsista besar-besaran.

"Prabowo menyatakan pas baru-baru jadi menteri dia, [Prabowo bilang] saya beritahukan kepada presiden bahwa Kementerian Pertahanan ini ada mark up alutsista," ujar Panda Nababan menirukan pernyataan Prabowo.

Foto Prabowo bersama Jokowi/Antara


Panda Nababan menyebutkan bahwa Prabowo menemukan adanya mark up dana hingga 200 sampai 400 persen dari pendanaan asli.

Atas penemuan itu, Panda menyatakan bahwa Prabowo akhirnya menyampaikan laporan mark up ke presiden.

"Kutanya presiden, mas aku dengar Prabowo ada indikasi korupsi besar besaran markup 200 persen 300 persen," ungkap Panda Nababan.


Presiden Jokowi dalam pernyataan Panda menyebutkan sudah mendapatkan laporan dari Prabowo dan meminta Menhan untuk menindak dugaan tersebut.

Namun enam bulan usai periode itu, saat kembali ditanyakan ke Prabowo kasus dugaan korupsi tak kunjung diusut oleh Menhan maupun presiden.

"Faktanya sampai detik ini enggak ada tindakan yang signifikan gitu loh, belum ada kita tahu ada yang diseret ada yang diusut enggak tahu saya, apa saya yang enggak ngikutin?" kata Panda.

"Ku kejar tahun lalu, presiden diam aja dia kok enggak ada tindakan, ada contoh soal helikopter bisa dintervensi bersama juga KPK kalau memang mau," imbuhnya.

Panda menyimpulkan kurangnya nyali pemerintah dalam membongkar adanya dugaan korupsi di Kemenhan.

"Kesimpulanku, ya enggak punya nyali aja enggak punya keinginan untuk membongkar, aku punya kesimpulan karena dua kali pernyataan Prabowo dua kali aku tanya presiden, Prabowo ngaku diminta menindak tapi Prabowo juga menduga ada yang membackingi maknya dia dua kali ke presiden."

Ref: Suara


English

Anies Baswedan

Tekno