Sebar Virus Ransomware Hacker Sleman Raup 31 M, Begini Modusnya

Seseorang peretas asal Kabupaten Sleman, Wilayah Istimewa Jogjakarta, membuat geger tanah air. Aksinya meretas sepanjang 5 tahun terakhir berhasil mengumpulkan pundi- pundi duit sampai Rp31, 5 miliyar. Kejahatan cyber lintas negeri tersebut sukses diungkap Badan Reserse dan Kriminal( Bareskrim) Polri.

Hacker berinisial BBA( 21) ditangkap pada 18 Oktober 2019, karena tindakannya meretas server industri asal Amerika Serikat. Dalam aksinya, dia mengecam industri tersebut agar membayar tebusan sebesar 3 bitcoin. Mengacu pada nilai ganti dikala ini, satu bitcoin nilainya kira- kira Rp150 juta.

Sedangkan dalam aksinya, BBA dapat memeras hingga 300 bitcoin. Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul memaparkan, BBA meretas dengan memakai ransomware melalui link yang dikirimkan kepada email sasaran.

hacker-sleman Sebar Virus Ransomware Hacker Sleman Raup 31 M,  Begini Modusnya

Pada saat karyawan tersebut membuka link yang dikirimkan, secara otomatis ransomware bakal mengambil alih system mail server industri. Ransoware sendiri merupakan sejenis malware yang mampu mengambil alih kendali atas suatu pc serta mencegah penggunanya buat mengakses informasi.

“ Terdakwa menyebar link itu secara random ke 500 email calon korbannya yang terdapat di dalam ataupun luar negara,” kata Rickynaldo, semacam dilansir dari Fajar. co. id.

Bagaimana pemerasan dicoba? Sehabis server komputer sasarannya terinfeksi, pelaku setelah itu meminta uang tebusan dalam wujud mata duit crypto currency bitcoin selaku ketentuan untuk mengembalikan tugas sistem.

Rickynaldo meningkatkan jumlah Bitcoin yang disepakati antara terdakwa BBA dengan pihak industri di Santo Antonio tersebut merupakan sebanyak 3 Bitcoin. Dari aksinya 5 tahun terakhir jadi peretas dengan modus ransomware, BBA sukses mengumpulkan dekat Rp 31, 5 miliyar.

Modus Hacker Sleman

Penyidik Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kesimpulannya menangkap hacker asal Dusun Biru, Sleman, Yogyakarta, bernama samaran BBA( 21), sebab melaksanakan tindak pidana pemerasan dengan metode menyandera informasi korban memakai aplikasi ransomware.

” Hacker ini tidak terorganisir, keuntungan yang didapat buat ia sendiri,” kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul. Terdakwa sendiri sudah ditangkap semenjak Jumat, 18 Oktober 2019 di Sleman, DIY.

Rickynaldo berkata, terdakwa menyebarkan email berisi tautan kepada para korbannya yang memusatkan korban buat mengunduh ransomware Cryptolocker dari server kepunyaan pelaku sehingga mengakibatkan informasi pada sistem server email di suatu industri di Amerika Serikat terenkripsi serta tidak bisa dibaca.

” Terdakwa setelah itu memohon tebusan berbentuk duit dalam wujud mata duit digital terenkripsi Bitcoin supaya informasi kepunyaan korban bisa dibaca kembali,” katanya.

Dengan modus operandi tersebut, terdakwa menyebarkan aplikasinya ke 500 account email calon korban yang terletak di luar negeri, salah satu korbannya merupakan suatu industri di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

motor-harley-hacker-sleman-1 Sebar Virus Ransomware Hacker Sleman Raup 31 M,  Begini Modusnya
Motor Harley hasil pencucian uang hacker Sleman

Terdakwa mengirimkan tautan aplikasi http:// ddiam. com/ shipping200037315. pdf. exe ke salah satu satu karyawan di industri tersebut yang berisi ransomware cryptolocker sehingga menyebabkan sistem server

email suatu industri di USA tersebut terenkripsi akibat aksi tersebut.

Sesudah itu dalam monitor layar pc korban timbul tampilan yang berisi pesan yang meminta korban menghubungi email pelakon ialah [email protected] com beserta ancaman kalau apabila korban tidak mempedulikan pesan tersebut hingga data- data korban bakal terhapus dalam waktu 3 hari.

Sesudah terjalin obrolan korban dengan pelaku kesimpulannya korban mengirim beberapa uang dalam wujud Bitcoin ke account hacker ialah 17evyZL6ZvtV9uqvy79nZNbFEswuS87LBB.

Dari hasil pengembangan penyidikan dikenal kalau terdakwa pula melaksanakan tindak pidana lain berbentuk carding dengan modus membelanjakan kartu kredit orang lain serta memperjualbelikan informasi kartu kredit orang lain di Darkweb/ Deepweb.

Benda fakta yang diamankan oleh penyidik dalam permasalahan ini antara lain satu buah Laptop Macbook pro 2018 type A1989, satu buah hp Iphone XS corak gelap, satu buah hp Iphone X corak gelap, satu buah KTP, satu buah kartu ATM Bank BNI serta satu unit CPU rakitan merk Asus.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dikenai Pasal 49 Jo Pasal 33 serta Pasal 48 ayat( 1) Jo Pasal 32 ayat( 1) serta Pasal 45 ayat( 4) Jo Pasal 27 ayat( 4) Undang- Undang No 19 Tahun 2016 tentang Pergantian Atas Undang- Undang No 11 Tahun 2008 tentang Data serta Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara.

Beri komentar dan saran kepada kami

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.