300 Perusahaan Startup Unicorn Dunia, 4 Ada di Indonesia

Kita selalu berbicara tentang startup unicorn seperti Uber, Airbnb, Snap, Didi, Pinterest dll, tetapi masih sedikit yang membahas tentang apa arti unicorn sebenarnya. Mengapa beberapa startup diberi gelar seperti itu? Apakah judul ini hanya diberikan kepada startup yang termasuk dalam niche tertentu? Apa itu decacorn?

Inilah jawaban untuk semua pertanyaan Anda tentang perusahaan startup unicorn.

Apa itu Perusahaan Startup Unicorn?

perusahaan_startup_unicorn_indonesia_teknoiot 300 Perusahaan Startup Unicorn Dunia, 4 Ada di Indonesia

Istilah startup unicorn diciptakan pada tahun 2013 oleh pendiri Cowboy Ventures, Aileen Lee, ketika dia menyebut 39 startup yang memiliki valuasi lebih dari $ 1 miliar sebagai unicorn. Istilah ini digunakan untuk memberi tekanan pada kelangkaan startup seperti itu.

Baca juga: 8 Negara Paling Ambisius Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan

Definisi startup unicorn tetap sama sejak saat itu. Startup unicorn adalah perusahaan startup yang didirikan setelah 2003 yang memiliki valuasi saat ini lebih dari $ 1 miliar. Namun, jumlah unicorn telah meningkat berlipat ganda.

Berapa Banyak Startup Unicorn Yang Ada Di Dunia?

Pada Januari 2019, ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. Varian termasuk decacorn, bernilai lebih dari $ 10 miliar, dan hectocorn, bernilai lebih dari $ 100 miliar.

Menurut sebuah laporan oleh CBInsights januari 2019 , ada total 327 unicorn di dunia, lima teratas adalah:

  • Toutiao (Bytedance) , dengan valuasi $ 75 miliar
  • Uber, dengan valuasi $ 72 miliar
  • Didi Chuxing, dengan valuasi $ 56 miliar
  • WeWork, dengan penilaian $ 47 miliar, dan
  • Airbnb, dengan penilaian $ 29,3 miliar

Baca juga: 4 Tantangan Implementasi IoT di Indonesia Dan Solusinya

Dan perusahaan startup Unicorn Indonesia ada 4 yang masuk dalam daftar 300 Unicorn dunia, yakni:

  • Go-jek, dengan valuasi $ 10 miliar
  • Tokopedia, dengan valuasi $ 7 miliar
  • Traveloka, dengan valuasi $ 2 miliar
  • Bukalapak, dengan valuasi $ 1 miliar

Untuk perusahaan jasa Go-jek baru-baru ini juga menerima pendanaan dari raksasa internet Google sebanyak 1,2 miliar dollar AS. Hal ini menjadikan valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai 10 miliar dolar AS.

Untuk Tokopedia juga mendapat kucuran dana segar sebesar 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,7 triliun dari Alibaba Group pada Agustus 2017 silam. Jauh sebelum itu juga Tokopedia juga menerima kucuran dana pada 2014 lalu dari Softbank Japan dan Sequoia Capital China senilai 100 juta dollar AS atau Rp 1,3 triliun.

Sementara untuk travel online Traveloka, mendapatkan suntikan dana dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia pada Juni 2017 senilai 350 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun. Dengan total pendanaan tersebut, Traveloka kini telah mencapai nilai valuasi lebih dari 2 miliar dollar AS atau setara Rp 26,6 triliun.

Adapun perusahaan Bukalapak menurut CEO-nya Achmad Zaky menyebut Bukalapak telah memiliki valuasi lebih dari Rp 13,5 triliun saat ini.

Inilah 300 perusahaan startup unicorn dunia saat ini: